
Bayern saat ini mengejar trofi Liga Champions kelima. Gelar terakhir dirasakan pada tahun 2001 kala menaklukkan Valencia. Mereka memang telah menumbangkan tim ‘juara liga Eropa musim ini’, mulai dari Juventus dengan agregat 4-0 hingga Barcelona dengan selisih fantastis 7-0.
Namun, pasukan Juup Heynckes dibayang-bayangi mimpi buruk. Ini memang final ketiga dalam empat tahun terakhir. Sayangnya, dalam dua kesempatan pertama, Munchen selalu tumbang. Disikat Internazionale 2-0 pada 2010, dan ditikam Chelsea via adu penalti musim lalu.
Borussia Dortmund memiliki cerita lain. Memori terakhir mereka di final Liga Champions, adalah memenanginya pada tahun 1997. Ketika itu Juventus yang harus menelan keperkasaan Borussia dengan skor 3-1. Kini, 16 tahun berlalu, dengan segudang pemain berbakat, pasukan Juergen Klopp bukan tidak mungkin mengulang sejarah.
Uniknya, meskipun sudah bertemu 100 kali satu sama lain sepanjang masa, duel Bayern vs Borussia di Liga Champions baru dua kali terjadi. Yaitu, pada musim 1997/1998. Ketika itu, Dortmundlah yang berhasil mengandaskan FC Holywood. Bermain 0-0 di Munich, Borussia menang 1-0 via gol Stephane Chapuisat di masa perpanjangan waktu.
Meski punya memori indah dan bisa mengalahkan Bayern pada pertemuan ‘satu-satunya’ di Liga Champions, Dortmund bukannya tak bermasalah. Mereka belum mengalahkan Munchen dalam 4 pertemuan musim ini. kubu Allianz Arena tercatat menang 2 kali dan imbang dua kali pula. Sesuatu yang tak pernah tergambarkan dalam dua musim sebelumnya.
Sementara Mario Goetze dipertanyakan kesetiaannya oleh fans Dortmund kala tega hijrah ke Bayern, sejatinya BVB memiliki pemain yang takdirnya serupa Goetze. Dialah Mats Hummels yang berlabel bek tengah terbaik Jerman, kalau tidak bisa dikatakan dunia. Pada 2009 lalu Hummels menyeberang ke Dortmund setelah dua tahun di Bayern.
Posting Komentar